Paradigma perjalanan panjang Persyarikatan Muhammadiyah telah mengalami ribuan bahkan jutaan kali tantangan hebat dalam medan dakwah yang dilaluinya. Tak terhitung berapa jumlah amal usaha Muhammadiyah yang ikut menyokong proses perjuangan dakwah disamping organisasi otonom, majelis, lembaga maupun biro yang telah dibentuk oleh Persyarikatan. 

Muhammadiyah hadir untuk mewujudkan kehidupan yang berkemajuan. Bernafaskan asas Islam yang murni dan kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Misi dakwah dan tajdid (pembaharuan) yang dilakukan Muhammadiyah merupakan upaya untuk merealisasikan cita-cita besarnya, yakni mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar- benarnya dan mewujudkan ajaran agama Islam yang menebar rahmat bagi semesta alam.

Tiap sektor kemaslahatan umat menjadi sasaran dakwah perjuangan Muhammadiyah. Seperti pendidikan, kesehatan, sosial dan bisnis yang bersama-sama diatasnamakan milik Persyarikatan, bukan miik perseorangan. Namun tugas suci di Muhammadiyah melalui jalan ihsan sebesar ini tidaklah mudah untuk dilakukan. Dibutuhkan kesabaran dan kesungguhan. Maka jangan mudah pesimis apalagi antagonistik seakan apa yang menjadi tujuan bersama ini tidak akan tercapai, karena sudah kodratnya dunia ini tempat manusia berjuang, lebih-lebih berjuang di jalan kebaikan.

Risalah Islam Berkemajuan

Progresifitas Persyarikatan dituntut untuk semakin dinamis menjawab dan membersamai tantangan keummatan yang hadir di negara tercinta ini. Untuk itu diputuskanlah dokumen Risalah Islam Berkemajuan yang lahir pada Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta pada tahun 2022. Islam Berkemajuan berarti Islam yang memancarkan pencerahan bagi kehidupan, fresh, termasuk dalam ranah emansipasi dan humanisasi.

Secara ideologis, Islam Berkemajuan merupakan implementasi dan perluasan pandangan melalui dakwah tajdid yang bersumber dari Al-Qur’an dan As- Sunnah, tetapi tetap memperhatikan konteks kekininan dan kebutuhan ummat. Proses ini dilakukan untuk mengembangkan ijtihad di era tantangan kompleksitifitas kehidupan manusia modern abad ke-21 dengan menghadirkan ajaran Islam yang adaptif, responsif dan implementatif dalam problematika Persyarikatan dan menghadapi kebutuhan ummat, bangsa maupun negara.

Diksi berkemajuan tak serta merta ingin menjadi bangsa Barat yang hidup dengan memaknai kemajuan sebagai bangsa yang bebas. Dalam konteks Muhammadiyah, Berkemajuan berarti menggunakan fondasi dasar ajaran agama Islam dan mengaitkannya dengan kebutuhan muammalah duniawiyah pada era sekarang. Tentu saja dalam konteks tersebut Muhammadiyah menjadi persyarikatan yang sangat rapi dalam sistem perjalanan perjuangan dakwahnya. Berbagai panduan berorganisasi telah diterbitkan oleh persyarikatan seperti: AD-ART, Himpunan Putusan Tarjih, Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup (MKCHM), serta berbagai update pemikiran yang tiap tahun diperbaharui demi menjawab kompleksifitas kebutuhan ummat.

Hal ini mengakar sejak jaman kolonial Hindia-Belanda bahwa Persyarikatan Muhammadiyah merupakan organisasi yang sangat rapi administrasinya, sistem bekerjanya, tingkatan daerah kepemimpinanya serta seluruh panduan sehingga bagi anggota organisasi yang awam pun bisa mengikuti alur perjalanan perjuangan dakwah organisasi ini. Hal ini karena organisasi Muhammadiyah sangat mengutamakan ”Sistem” bukan ”Sinten”.

Gerakan Pencerahan Muhammadiyah

Karenanya Persyarikatan harus terus bergerak di barisan garda terdepan dalam memajukan ummat, bangsa dan kemanusiaan semesta sebagaimana perjuangan yang telah dilakukan lebih dari satu abad hingga saat ini. Pun jika Muhammadiyah melakukan hal yang sebaliknya yakni tidak adaptif, pasif dan pesismis terhadap seluruh kemajuan zaman pada saat ini maka akan menjadi paradoks dan kemunduran pesat ke belakang bagi tubuh Persyarikatan. Muhammadiyah pada abad kedua berkomitmen kuat untuk selalu melakukan gerakan pencerahan sebagai agenda strategis dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang besar dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan kemanusiaaan.

Dalam kehidupan kebangsaan, Muhammadiyah mengagendakan revitalisasi visi dan karakter bangsa, serta semakin mendorong gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang tertuang dalam cita-cita kemerdekan. Dalam menghadapi persaingan peradaban yang tinggi dengan bangsa-bangsa lain dan demi bangsa Indonesia yang lebih maju, maka pelu diterapkan transformasi mentalitas bangsa ke arah pembentukan manusia Indonesia yang berkarakter kuat. Manusia yang berkarakter kuat dapat dilihat dari kapasitas mental yang membedakan dari orang lain seperti ketulusan, kejujuran, kedisiplinan, ketegasan dan sifat khusus lain yang mengakar kuat dalam pribadinya. Sementara sikap kebangsaan yang perlu dikembangkan serta dikuatkan adalah nilai-nilai spiritualitas, keunggulan, intelektualitas serta sikap kemandirian yang akhirnya dapat bermuara dalam mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya.

Muhammadiyah adalah bunyaanun marsus. Bangunan kokoh tempat ummat Islam menjalankan agamanya serta menyebarkan ajaran agamanya ke segenap penjuru ummat, bangsa dan dunia. Bangunan kokoh ibarat benteng pertahanan yang dipakai sebagai tempat perencanaan, melaksanakan serta mengevaluasi gerak langkah dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

Bunyaanun marsuus merupakan barisan ideal dalam garda perjuangan yang sangat dicintai oleh Allah SWT sebagaimana disebut dalam Qur’an Surat Shaff ayat 4 yang artinya  Sesungguhnya Allah mencintai orang orang yang berperang dijalan-Nya dalam satu barisan, seakan akan mereka suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Sebagai bangunan yang kokoh, Muhammadiyah selalu memberikan rasa aman dan nyaman kepada anggota yang aktif baik di Persyarikatan maupun di Amal Usaha. Kekokohan Muhammadiyah tercermin jelas lewat kejelasan ideologi, strategi, panduan berkehidupan serta perjalanan praksis dalam menjalankanya. Optimisme setiap anggota Muhammadiyah dapat memberikan kobaran api positif bagi perputaran roda organisasi agar selalu dinamis tak stagnan ditempat menuju tujuan yang dicita-citakan yakni terbentuknya masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Menjadikan masyarakat yang betul betul faham dan menerapkan prinsip Islam sesuai kaidah Al-Qur’an dan As-Sunnah tanpa campuran penyakit takhayyul, bid’ah serta penyakit khurafat.

Dapat dibayangkan jika cita cita mulia itu tercapai maka pasti akan terwujud masyarakat Islam yang aman, damai, sejahtera, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerto raharjo. Kehidupan surgawi akan diraih secara bersamaan tak hanya di akhirat, tetapi juga di dunia. Bebas dari keterbelakangan, keserakahan dan kemiskinan. Selalu berorientasi untuk memetik kehidupan yang berkemajuan. Fii dunya hasanah, wa fiil akhirati hasanah. Di dunia diliputi kebaikan serta diakhirat diliputi kebaikan.

Manifesto Gerakan IMM sebagai Organisasi Otonom Muhammadiyah

Melalui salah satu ortomnya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berusaha mengajak, mengubah dan membawa generasi muda dalam tanda kutip mahasiswa untuk bersama sama berjuang mengembalikan dan menegakkan ajaran agama Islam di era sekarang yang penuh dengan perang pemikiran maupun perang kebudayaan, baik dari pihak internal maupun eksternal ummat Islam. Maka kemampuan dakwah yang melekat dari IMM untuk lingkungan universitas harus relevan, menjawab kebutuhan dan permintaan dari segmen pasar mahasiswa.

Upaya untuk terus memperbaharui inovasi dalam gerakan dakwahnya perludigencarkan oleh IMM melalui update mekanisme kerja ketika ada isu atau relevansi berita terkini. Setiap fakultas atau penjuruan keilmuan memiliki kultur yang berbeda dan inovasi dari tiap anggota sangat bisa menjawab kebutuhan inti kader. Gerakan untuk memberikan prioritas kepada Bidang & Tabligh Kajian Keislaman sebagai promotor atau acuan dalam bergerak sangat penting dilakukan. Sesuai dengan urutan dari Trilogi IMM yakni:

  1. Keagamaan, promotor awal oleh Bidang Tabligh
  2. Kemahasiswaan, melalui berbagai kajian bidang RPK,HPKP & Immawati yang kembali dalam ajakan dakwah
  3. Kemasyarakatan, aktualisasi melalui bidang SPM

Lantas jika semua inovasi dan gagasan itu menampilkan aktualisasi yang berjalan beriringan dan serempak, indah dipandang mata, maka tak dapat dipungkiri cita-cita terbesar Muhammadiyah yang menjadikan gerakan berkemajuan, menggembirakan atas dasar membentuk masyarakat islam yang adil, makmur dan diridhai oleh Allah SWT akan terwujud.